Artikel Populer

TNI Jadikan Bima Sampel Penelitian Terorisme - TNI Dilibatkan Tangani Teroris

TNI Jadikan Bima Sampel Penelitian Terorisme - TNI Dilibatkan Tangani Teroris

DPR RI saat ini masih sibuk menggodok rancangan Undang-undang (RUU) tindak pidana kejahatan terorisme. Penggodokan itu sudah sampai pada tahap penelitian dan pengambilan data. Salah satu daerah yang menjadi sampel penelitian yakni Bima. Kepastian itu diungkapkan Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Terorisme Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aris Saputra. ”Bima kami jadikan sampel penelitian. Ini bukan berarti Bima sebagai sarang teroris,” katanya.

img-1473233431.jpg

BERSAMA: Mayjen TNI (Purn) Supiadin AS menikmati makan malam

bersama Kapolres Bima Kota AKBP Ahmad Nurman Ismail

dan Dandim 1608 Bima Letkol Arh Edy Nugroho di Kota Bima

 

Penelitian ini untuk melihat berbagai aspek. Diantaranya budaya, karakteristik warga, geografis, dan lainnya.

Menurut dia, penelitian ini  bukan hanya untuk memperkuat RUU tersebut.  Juga untuk mengetahui penyebab terjadinya teroris, dan bagaimana penanganan yang diambil. ”Kami ingin melihat lebih dekat kenapa beberapa orang Bima terlibat jaringan teroris. Karena sudah beberapa kali dilakukan penangkapan pelaku teroris yang berasal dari Bima,” aku mantan Pangdam IX/Udayana ini saat ditemui di pemandian Bima Tirta.

Selain Bima, pansus memilih Poso juga sebagai lokasi penelitian. 


Begitu juga dengan Solo yang sudah beberapa kali dilakukan penangkapan teroris.

”Kami meneliti beberapa daerah lain di Indonesia,” tegas politisi Nasdem ini. Ia mengaku, saat ini pansus sudah sampai pada tahapan pengambilan sampel, untuk menyempurnakan rancangan peraturan tersebut. Dalam peratuan tersebut ada banyak poin yang berubah. Salah satunya penanganan tindak pidana terorisme. UU sebelumnya, lanjut dia, aturan berlaku ketika terjadi tindak pidana terorisme. Seperti pengeboman, penembakan, dan aksi radikal lain. Namun dalam RUU ini diatur jika penindakan bisa dilakukan sebelum ada kejadian. ”Ada upaya pendekatan hingga penindakan,” jelasnya. Anggota DPR RI ini mencontohkan, beberapa warga yang tiba-tiba masuk ke perkampungan, pihak RT maupun RW bisa langsung mendata. Bila ada kecurigaan, langsung dilaporkan untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Disamping itu, dalam aturan tersebut TNI juga akan dilibatkan dalam penindakan terorisme. Ini dimaksudkan supaya lebih banyak pihak yang bergerak dalam menanggulangi terorisme. ”Meski begitu, keterlibatan TNI akan dibarengi dengan aturan pendukung. Supaya tidak ada tumpang tindih kewenangan dalam penanganan terorisme,” sebutnya. Mantan jenderal bintang dua ini menambahkan, dalam aturan ini juga akan diatur soal ganti rugi bagi korban dan pelaku. Tidak hanya itu, rehabilitasi juga diatur. ”Jadi akan jelas anggaran soal penanganan terorisme,” pungkasnya. (nk/r1)

 

Sumber : 

http://www.lombokpost.net/2016/07/25/tni-jadikan-bima-sampel-penelitian-terorisme/

 


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kategori